Pages

Tampilkan postingan dengan label tips manajemen krisis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips manajemen krisis. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2016

Manfaat Pelatihan Manajemen Krisis Bagi Perusahaan

Pelatihan di JogjaSebagian besar kelompok manajemen perusahaan belum mempunyai persiapan atas permasalahan krisis yang datang baik masalah human error, natural disasters dan lain sebagainya. Krisis bisa berupa kejadian yang disebabkan karena miscommunication diantara staf ataupun manajemen dalam suatu perusahaan atau organisasi. Tidak semua perusahaan mempunyai persiapan lengkap untuk menangani masalah ini.
Alternatifnya perusahaan harus menyiapkan prosedur-prosedur yang mampu merespon positif terhadap krisis dengan cepat tanggap. Segala kejadian buruk dan krisis, berpotensi menghentikan proses normal bisnis yang telah dan sedang berjalan, membutuhkan penanganan yang segera dari pihak manajemen. Penanganan yang segera ini kita kenal sebagai manajemen krisis (crisis management).
Manajemen krisis adalah respon pertama perusahaan terhadap sebuah kejadian yang dapat merubah jalannya operasi bisnis yang telah berjalan normal. Artinya terjadi gangguan pada proses bisnis ‘normal’ yang menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi yang ada, dan dengan demikian dapat dikategorikan sebagai krisis. Kejadian buruk dan krisis yang melanda dunia bisnis dapat mengambil beragam bentuk.
Dewasa ini, manajemen krisis dinobatkan sebagai new corporate disciplineManajemen krisis adalah respon pertama perusahaan terhadap sebuah kejadian yang dapat merubah jalannya operasi bisnis yang telah berjalan normal.  Pendekatan yang dikelola dengan baik untuk kejadian itu terbukti secara signifikan sangat membantu meyakinkan para pekerja, pelanggan, mitra, investor, dan masyarakat luas akan kemampuan organisasi  melewati masa krisis.
Untuk itu, perusahaan dapat mengagendakan suatu program pelatihan crisis management guna memenuhi kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkompeten dalam hal tersebut. Pelatihan manajemen krisis biasanya akan membekali peserta dengan materi seperti; manajemen krisis, Identifikasi dan analisis krisis, emergency respons, technology recovery planning, dan pengembangan dan implementasi alternatife-alternatif penanganan krisis.

Program pelatihan tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan ability kepada peserta seperti; peserta pelatihan dapat mengidentifikasi dan menganalisis krisis, mampu menangani permasalahan yang mempunyai potensi krisis, mengetahui strategi untuk menyelesaikan krisis dan konflik, dan dapat bersikap tegas dalam menghadapi rekan dalam berbagai situasi. Dengan terpenuhinya sumber daya manusia yang mumpuni dan memiliki pengetahuan mendalam tentang manajemen krisis, tentunya akan berdampak positif terhadap perkembangan perushaan.

Senin, 15 Februari 2016

Tips bagi Karyawan agar Tidak Membawa Persoalan Pribadi ke Kantor

Tidak ada hal yang lebih buruk dari pada karyawan yang membawa masalah atau problem personal ke kantor, sebab hal itu akan berdampak pada banyak hal, semisal produktivitas kerja. Tidak hanya itu, membawa permasalahan pribadi ke kantor bahkan dapat berefek pada teman kantor lainnya –dalam arti bekerja secara tim. Adalah penting agar masalah pribadi yang kita miliki di rumah tetap berada di rumah, sebab tidak ada tempat untuk hal semacam itu di kantor.

Meskipun sulit, sebagaimana telah disebutkan, adalah penting untuk meninggalkan permasalah pribadi tetap berada di rumah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menemukan cara agar semua persoalan yang kita miliki di rumah tidak terbawa dan berdampak negatif pada pekerjaan di kantor.

Dalam hal ini, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan agar semua permasalahan pribadi tidak terbawa ke kantor, tetap berada di tempatnya (rumah). Namun demikian, kita hanya perlu melakukan satu langkah efektif untuk memastikan tercapainya goal tersebut (tidak membawa persoalan pribadi ke kantor).

Salah satu tips paling mudah yang dapat dilakukan adalah, kita dapat membuat reminder baik itu ditulis di kalender, remainder di handphone, perihal apa yang harus dilakukan untuk mengatasi persoalan ini. Kita hanya perlu menuliskan kalimat simpel yang dapat mengingatkan kita agar tidak membawa permasalahan pribadi ke kantor, semisal “masalah pribadi tidak punya tempat di kantor!” ataupun kalimat-kalimat sederhana lainnya.

Tips lainnya adalah membuat catatan serupa yang ditaruh di tempat yang mudah dilihat, semisal kita dapat menulisnya menggunakan sticky note dan menempelnya pada cermin di kamar mandi, pada monitor komputer di kantor, ataupun tempat-tempat lainnya. Dengan demikian, kita dapat mengingat apa yang harus di lakukan pada saat sebelum berangkat ke kantor maupun sudah berada di kantor, yakni meninggalkan masalah pribadi di rumah.

Selain tips yang sudah disebutkan di atas, ada hal lain yang juga dapat membantu kita meninggalkan permasalah-permasalahan pribadi di luar kantor, yakni keluarga atau sahabat yang perduli dan selalu mengingatkan kita tentang hal tersebut. Memang ini sedikit lebih membutuhkan upaya tergantung seberapa besar kita percaya dengan orang tersebut.


Namun, ketika kita percaya terhadap keluarga, sahabat, maupun orang-orang yang perduli dan senantiasa men-support, maka bukanlah suatu kemustahilan bagi kita untuk dapat mengontrol diri, mengendalikan diri, kemudian menyelesaikan semua permasalahan-permasalahan yang kita miliki tanpa harus berimbas pada produktivitas kerja.